Tes Bakat Skolastik (TBS) adalah tes yang digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberi kesempatan untuk belajar ke jenjang yang lebih tinggi. Manfaat lain TBS adalah memberikan informasi potensi belajar siswa. Pelaksanaan TBS ini melengkapi penilaian hasil belajar (prestasi) yang telah dilaksanakan di SMAN 1 Wonotunggal.

Penjelasan Awal Pelaksanaan TBS berbasis komputer oleh proktor

TBS di SMAN 1 Wnotunggal dilaksanakan pada hari Rabu, 2 Oktober 2019 yang dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 sesi kedua dan ketiga dimulai berturut-turut pada pukul 10.30 dan 13.00 WIB. Peserta dalam kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas 12 dan 5 tenaga pendidik.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh PUSPENDIK BALITBANG KEMENDIKBUD sebagai sebuah usaha untuk memberikan informasi potensi belajar siswa sehingga dapat melengkapi hasil tes prestasi yang sudah diterapkan di sekolah saat ini. TBS terbagi menjadi 3 sub tes, subtes pertama adalah Subtes Verbal untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan logika verbal untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan masalah kata/bahasa. Subtes kedua adalah subtes kuantitatif, mengukur kemampuan matematis sederhana, memahami konsep matematika dan menggunakan logika angka untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan angka. Subtes terakhir adalah subtes penalaran yang dapat mengukur kemampuan untuk memilih dan mengorganisasi informasi yang relevan untuk menyelesaikan masalah.

SMAN 1 Wonotunggal adalah satu-satunya SMA Negeri yang mengikuti TBS di kabupaten Batang. Sebagai sekolah termuda di kabupaten Batang kegiatan TBS di SMAN 1 Wonotunggal menjadi pelengkap proses penilaian terhadap peserta didik. Penilaian yang telah dilakukan sebelumnya adalah penilaian prestasi belajar yang mengukur capaian kompetensi siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sedangkan TBS memberikan gambaran bakat potensi siswa dalam belajar.

Pelaksanaan TBS Berbasis Komputer di SMAN 1 Wonotunggal Batang

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran potensi peserta didik dan dapat digunakan oleh pesertadidik sebagai salahsatu acuan untuk menentukan pemilihan mapel peminatan ujian nasional serta jurusan kuliah kelak saat meneruskan ke jenjang perguruan tinggi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.