Workshop Integritas OSIS SMAN 1 Wonotunggal

Mengawali program Pendidikan Anti Korupsi di SMAN 1 Wonotunggal, pada Sabtu, 7 September 2013, sebanyak 30 siswa-siswi SMAN 1 Wonotunggal mengikuti kegiatan Workshop Integritas. 30 peserta tersebut merupakan perwakilan dari pengurus OSIS, Pramuka, dan sejumlah organisasi ekstrakurikuler di SMAN 1 Wonotunggal.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Wonotunggal, Drs. Habibi tersebut menjadi rangkaian pembuka program Pendidikan Anti Korupsi di mana SMAN 1 Wonotunggal menjadi salah satu pilot project dari 70 sekolah se-Indonesia. Program Pendidikan Anti Korupsi sendiri merupakan program yang digagas oleh Kemendikbud RI untuk mengurangi korupsi di Indonesia.

Dalam sambutan pembukaannya, Drs. Habibi menjelaskan bahwa tujuan dari diselenggarakannya Workshop Integritas ini adalah untuk membangun kesadaran para pelajar agar dapat berperan aktif dalam upaya pengurangan korupsi di lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, melalui Workshop Integritas ini peserta diajak untuk menyusun rencana aksi untuk mewujudkan “sekolah bebas korupsi”.

Dengan dipandu oleh tiga orang fasilitator dari PC. Lakpesdam NU Batang, kegiatan ini berlangsung menarik dan interaktif. Diawali dengan pemutaran film pendek bertema antikorupsi, lalu peserta mendiskusikan pesan moral yang terkandung dalam film tersebut serta menghubungkannya dengan kehidupan mereka sehari-hari. Selanjutnya melalui media metacard (kartu pikiran), peserta menemukenali faktor –faktor penyebab korupsi.

Muhammad Imron, salah seorang fasilitator, mengatakan bahwa kegiatan ini memang dirancang agar berlangsung interaktif untuk menumbuhkan daya kritis dan kreativitas peserta. “Peserta terlihat asyik berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing untuk menyusun rencana aksi sekolah bebas korupsi. Kami meminta peserta menuangkan ide mereka dengan memanfaatkan guntingan koran dan majalah bekas yang mereka susun berdasarkan kreativitas kelompok” sambungnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang peserta, M. Arlan Budiarta, yang juga merupakan Ketua OSIS SMAN 1 Wonotunggal. Dirinya dan peserta lainnya merasa senang mengikuti kegiatan tersebut karena berbeda dengan model pelatihan yang biasanya mereka ikuti. Dalam kegiatan tersebut, Arlan  merasa mendapatkan pengetahuan baru tentang bahaya korupsi sehingga dirinya tergerak ikut serta dalam upaya mengurangi korupsi dalam kehidupannya sehari-hari.

Menutup kegiatan tersebut, M. Arif Rahman Hakim, S.S., selaku koordinator pelaksana kegiatan, mengatakan bahwa tindak lanjut dari kegiatan tersebut akan disusun sejumlah rekomendasi berupa aksi yang akan dilakukan dalam upaya menanamkan semangat antikorupsi seperti pembiasaan perilaku jujur, kantin kejujuran, dan sanksi bagi tindakan menyontek. “Meskipun sederhana, kami berharap ikhtiar ini dapat ikut menyemai generasi baru antikorupsi di Indonesia.” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.