PESONA PELAJAR “PRESTASI YES, FREE SEX NO”

0
dibaca 968 kali

Pandangan psikologi remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja. Masa ini merupakan suatu masa yang disertai dengan stress, kebingungan, emosi yang tinggi dan tidak stabil serta merupakan masa pencarian identitas diri. Masa ini ditandai dengan kecenderungan untuk membentuk kelompok—kelompok diluar pengawasan orang tua dan keluarga. Tiap remaja ingin diakui remaja lainnya, entah karena prestasi, kesamaan minat/hobi, maupun karena alasan lain. Dengan alasan-alasan tersebut remaja berani mencoba hal-hal baru, bahkan mereka merasa tertantang.

Perasaan ingin tahu membuat remaja menggali jawaban-jawaban dari berbagai masalah terlebih rasa keingintahuannya. Namun, seringkali mereka malu dan enggan bertanya langsung pada orang tua, keluarga ataupun orang yang lebih pengalaman. Perasaan malu ini membuat remaja cenderung mengelompok dan bergaul dengan teman sebaya untuk mencari tahu serta mengobati rasa penasarannya.

Seiring perkembangan teknologi yang meningkat pesat namun tidak dibarengi perkembangan moral remaja, teknologi justru menghancurkan remaja baik disadari ataupun tidak. Perkembangan internet yang terbuka bebas membuat remaja dengan mudah mengakses berbagai informasi yang tak jarang disalahgunakan. Anak-anak dibawah umur bisa leluasa megakses situs-situs pornografi, menonton adegan yang belum saatnya untuk ditonton sehingga kecenderungan mereka meniru adegan-adegan tersebut sebab emosi mereka labil dan belum mampu melakukan kontrol diri.

BAGAIMANA KABAR PELAJAR KITA?

Pelajar merupakan pemimpin dimasa depan. Pelajar sebagai agent of change sangat diharapkan bangsa ini. Perkembangan dan kemunduran bangsa ini ada ditangan pelajar. Telah banyak pelajar kita yang berhasil mengharumkan nama bangsa dalam dunia internasional baik dengan memenangkan olimpiade-olimpiade tingkat internasional maupun dengan ide-ide karya anak bangsa yang melahirkan alat-alat inovasi untuk memudahkan hidup manusia. Banyak juga pemikiran kritis remaja kita yang berhasil mengubah sistem tatanan masyarakat kearah perbaikan. Namun tidak bisa dipungkiri, tidak kalah banyak remaja kita yang perlu diperhatikan dan diarahkan karena mereka masih terjerat di dalam pergaulaan yang salah seperti melakukan seks bebas. Pelaku seks bebas atau free sex kebanyakan terjadi karena mereka sering melihat adegan porno atau faktor lingkungan terlebih pergaulan dan juga akibat kegagalan mereka dalam mengantisipasi stres masa remaja. Remaja bisa dikategorikan gagal dalam mengantisipasi stress tersebut jika mereka tidak sebaik-baiknya, baik secara fisik, psikis maupun sosial terhadap sumber stress.

REFLEKSI KASUS FREE SEX

Karakter seorang pelajar sangat dipengaruhi oleh pola pergaulannnya. Konsep pergaulan yang salah sebagai sumber permasalahan remaja harus mulai dibenahi. Paradigma gaul konvensional yang bermakna selalu mengejar dan meniru segala bentuk perubahan dan perkembangan baru tanpa selektivitas perlu ditata ulang. Paradigma bergaul harus diarahkan pada kemampuan selektivitas dan skala prioritas disamping aspek kenal, tahu dan interaksi aktual dengan segenap perkembangan lingkungan hidup dan berbagai aspek serta perniknya selama hal itu membawa manfaat dan relevan bagi hidupnya.

Pergaulan yang salah mengakibatkan kenakalan pelajar termasuk didalamnya pelaku seks bebas maka tanggung jawab atas kasus tersebut bukanlah si pelajar seorang. Orang tua bertanggung jawab atas anak-anaknya, seorang anak yang dekat dengan orang tuanya, sehingga menganggap mereka lebih dari sekedar orang tua, bahkan menganggap mereka teman curhat akan mendapat bimbingan dan arahan dalam menjalani hidupnya,. Sekolah, masyarakat dan pemerintah pun bertanggung jawab dalam mencegah  free sex. Meskipun demikian, baik orang tua, sekolah maupun masyarakat tidak bisa selalu menemani langkah remaja, terlebih pemerintah dalam hal ini hanya membuat kebijakan dan peraturan. Selanjutnya, kembali kepada kemampuan social intercourse management yang dimiliki pelajar, ketepatan menempatkan diri pada  pergaulan dan menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika kehidupan sesuai kelemahan dan kekuatan diri.

  1. Baidi, Bukhori. 2018. Geng Nero dalam Prespektif Psikologi Remaja.Semarang:Kader Ed, I
  2. Maklufah, Maklufah (2013) Pengaruh konformitas teman sebaya terhdapa kepuasan memilih jurusan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pamekasan Madura. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malanng.
  3. Setiawan, Budi Utomo 2004. Pesona Muslimah.Jakarta: Akbar Media Eksarana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.